Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2011

Situs Prasejarah Leang Akkarrasa Rammang-rammang

· 0 komentar

leang-akkarrasa

ini menyimpan peninggalan prasejarah berupa dua buah gua yang terdapat lukisan prasejarah/kepurbakala-an pada dinding gua yang terdiri dari; lukisan cakra 3 buah, lukisan babi rusa 3 ekor, lukisan ikan 1 ekor dan lukisan perahu 1 buah. Situs prasejarah ini terletak di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa.  

Cagar Alam Karaenta

· 0 komentar

cagar-alam

Cagar Alam Karaenta merupakan kawasan hutan yang dilindungi karena selain berfungsi mempertahankan cadangan air bawah tanah juga menyimpan berbagai spesies flora dan fauna sebagai sumber daya hayati yang bermanfaat untuk kepentingan penelitian. Salah satu daya tarik kawasan ini karena memiliki goa yang panjangnya mencapai 2.200 m dan merupakan habitat ideal bagi kera jenis Macaca Maura. Spesies ini merupakan hewan yang dilindungi dan menjadi aset nasional mengingat populasi dan habitatnya yang sudah tergolong langka. Jenis kera ini sangat unik karena ia bersahabat dan dapat dipanggil kapanpun dengan bantuan Jagawana. Panorama alamnya yang indah dan kekayaan flora dan fauna serta letaknya yang strategis. Cagar Alam Karaenta yang terletak di Kecamatan Cenrana ini, semakin populer dan ramai dikunjungi wisatawan. Terdapat pula goa Salukang Kallang  dan sungai yang indah membelah gunung sampai ke danau Toakala.

Pantai Kuri

· 0 komentar

Pantai Kuri adalah salah satu potensi wisata alam yang
pantai-kuri
 bernuansa pantai dengan pasir putih yang membentang sepanjang pesisir pantai.  Disekitarnya juga terdapat aktivitas nelayan yang sekaligus melengkapi kegiatan atraksi wisata pantai. Pada sore hari, lokasi ini dapat disaksikan terbenamnya matahari (Sunset) yang menambah nuansa objek, disamping ombak yang lebih tenang sehingga dapat melakukan mandi di pantai. Hamparan pasir pantai yang luas dan bersih dapat mendukung kegiatan wisata/rekreasi sambil berjemur. 

Leang PanningE

· 0 komentar

leang-panning

Leang panningE merupakan goa yang selain memiliki stalaktit dan stalakmit juga akan memberikan kenyamanan tersendiri karena goa tersebut diameternya cukup luas dan lapang. Disekitar goa tersebut juga terdapat sumber air dan goa yang dihuni oleh kelelawar sehingga masyarakat setempat memberi julukan “Leang PanningE” yang berarti goa kelelawar. 

Rea Toa

· 0 komentar

Reatoa adalah satu-satunya dusun yang memiliki sumber air panas 
reatoa
yang selama ini dijadikan laboratorium alam, riset biologi dan ilmu pengetahuan oleh mahasiswa universitas di Makassar juga sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat sekitar dan berjarak 15 km dari Kota Maros.

Bonto Somba

· 0 komentar

bonto-somba
Bonto Somba merupakan salah satu desa yang terletak di kaki gunung dengan ketinggian 300 m dari permukaan laut yang berbatasan langsung dengan kawasan obyek wisata Malino Kabupaten Gowa. Sehingga, kondisi alam tropis yang sejuk dan subur menjanjikan harapan menghasilkan berbagai jenis holtikultura. Air terjun yang bergemuruh sepanjang tahun selain menambah keindahan panorama alam sekitarnya, juga dapat dijadikan  sarana olah raga arung jeram. Lokasi ini dapat ditempuh dengan jarak 25 km dari Kota Maros atau 40 km dari Kota Makassar.

Bulu’ Sipong

· 0 komentar

Obyek Wisata Bulu’ Sipong adalah obyek wisata Alam yang terletak di Desa Bonto
bulu-sipong
Somba Kecamatan Tompobulu dengan jarak tempuh dari Kota Maros 25 Km. 
Bulu’ Sipong memiliki 5 buah goa yang kesemuanya menyimpan bukti peninggalan prasejarah yang mirip dengan Taman Prasejarah Leang-leang.Yang membedakannya adalah letak kawasan ini berdiri sendiri, sehingga masyarakat sekitar memberi julukan “BULU’ SIPONG” yang berarti gunung yang berdiri sendiri. 

Goa Pattunuang

· 0 komentar



pattunuang
Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. 
Obyek wisata alam Goa Pattunuang selain kaya akan stalaktit dan stalakmit yang menakjubkan, juga panorama alam sekitarnya sangat menawan dan indah. Berbagai spesies flora dan fauna yang tergolong langka dapat dijumpai ditambah dengan bentangan pegunungan yang curam dan bertebing menjadikan kawasan ini sangat ideal sebagai daerah tujuan wisata petualangan, panjat tebing dan pendidikan. Dalam kawasan ini terdapat pula batu besar yang berbentuk perahu yang menyimpan legenda yang menarik. Menurut cerita rakyat bahwa pada zaman dahulu pernah ada saudagar dari negeri Cina datang untuk melamar dan mempersunting gadis Samangki, namun karena lamarannya ditolak akhirnya saudagar tersebut malu dan mengkaramkan perahunya yang kemudian membatu. Batu tersebut dikenal masyarakat sekitar dengan julukan “BISEANG LABBORO” yaitu perahu yang terdampar.   

Taman Safari Pucak Kabupaten Maros

· 0 komentar

Desa Pucak adaIah sebuah Desa yang berada di Kecamatan TompobuIu kabupaten Maros Sulawesi seIatan. Jarak dari kota Maros kurang lebih 20 km. dan jarak dari kota Makassar kurang lebih 40 km. Perjalanan menuju Desa ini dapat diakses melalui kendaraan roda dua maupun roda empat.


Apabila anda melakukan perjalanan dari kota Makassar, anda bisa melalui dua jalur yang biasanya dilalui penduduk desa menuju dan dari kota Makassar yaitu yang pertama jalur BTP ( Bumi Tamalanrea Permai ) menuju kecamatan Moncoloe terus ke Kecamatan Tompobulu dimana tempat Desa Pucak berada.
Yang kedua melalui terminal Batangase menuju wilayah Kecamatan Mandai, Tanralili dan Tompobulu. Untuk perjalanan dari Kota Maros, selain melalui terminal Batangase juga bisa melalui terminal Maccopa menuju Kec Tanralili dan Tombobulu.
Tapi kondisi jalan dari semua jalur ini msih sangat memperihatinkan. Namun demikian masih dapat dilalui hampir semua jenis kendaraan roda dua dan empat.
Suku yang menghuni Desa Pucak ada dua yakni Bugis dan Makassar. Dimana suku Bugis merupakan pendatang dan suku makassar merupakan penduduk asli Desa ini. Pusat adatnya atau tanah tertua menurut kepercayaan masyarakat berada pada pada suatu lokasi yang tidak begitu luas yang dinamai TANRALILI.
Lokasi inilah yang dijadikan sebagai pusat kegiatan adat masyarakat setempat karena wilayah tersebut di percayai sebagai tanah tertua dan merupakan tempat Karaeng ( gelar bangsawan Makassar ) yang dulu memerintah. Adapun kepercayaan masyarakat setempat boleh dikata 100% beragama Islam.


Secara umum kondisi ekonomi masyarakat tergolong menengah kebawah dimana 90% mata pencaharian penduduknya ialah petani 10% diantaranya pedagang, PNS dan lain-lain.
Yang istimewa di Desa ini yaitu terdapat beberapa objek wisata, walaupun blum terlalu dikenal.
Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan ialah Pucak Teaching Farm ( PTF ).


Image and video hosting by TinyPic
Gambar: Kolam Renang PTF


Objek wisata ini dikelola oleh mantan Gubernur Sul-Sel HZB Palaguna, luasnya kurang lebih 50 ha².
Didalamnya di sediakan beberapa fasilitas seperti kolam renang, Villa, wisma, Aula pertemuan, Taman burung, aneka satwa langkah dan lain-lain.
Tempat ini sangat multi fungsional.
bisa digunakan sebagai tempat penelitian, tempat pertemuan organisasi dan lain-lain. Lokasi ini sangat ramai pengunjung di hari-hari libur.
Lokasi yang kedua yaitu Taman Safari yang luasnya ratusan ha. Lokasi ini dibangun di masa pemerintahan Soeharto, dan pada tahun 1998 ketika Soeharto tidak menjabat president lagi pembangunannya pun berhenti. dan pada tahun 2006 pembangunannya kembali dilanjutkan sedikit demi sedikit dan diubah namanya menjadi Kawasan Agrowisata Pertanian. sampai sekarang pembangunan lokasi ini belum kelar.
itulah sedikit gambaran mengenai Desa Pucak apabila anda ingin melihat langsung, silahkan berkunjung ke Desa yang indah dan mempunyai penduduk yang ramah ini.
Tapi ingat satu hal bagi anda yang suka berkunjung ketempat lain atau berwisata, anda perlu memahami makna pepatah ynag berbunyi " Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung "

Leang-Leang

· 0 komentar

A. Selayang Pandang
LEANG-LEANG

Taman Prasejarah Leang-Leang  merupakan objek wisata andalan Kabupaten Maros yang berada tidak jauh dari Taman Wisata Alam Air Terjun Bantimurung.Leang-leang dalam bahasa lokal  berarti gua. Di sekitar Taman Prasejarah ini terdapat banyak gua yang memiliki  peninggalan arkeologis yang sangat unik dan menarik. Pada tahun 1950, Van Heekeren dan Miss Heeren Palm menemukan gambar gua prasejarah (rock painting) yang berwarna merah di Gua Pettae dan Petta Kere. Van Heekeren  menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat yang di bagian dadanya  tertancap mata anak panah, sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan wanita dengan cat warna merah. Menurut para ahli arkeologi, gambar atau  lukisan prasejarah tersebut sudah berumur sekitar 5000 tahun silam. Dari hasil  penemuan itu, mereka menduga bahwa gua tersebut telah dihuni sekitar tahun  8000-3000 sebelum Masehi.
Untuk melestarikan dan memperkenalkan  gua-gua yang merupakan sumber informasi prasejarah tersebut, maka sejak tahun 1980-an pemerintah setempat mengembangkannya menjadi tempat wisata sejarah  dengan nama Taman Wisata Prasejarah Leang-Leang. Saat ini, pemerintah setempat  telah merencanakan membangun beberapa sarana dan prasarana di sekitar tempat  wisata tersebut, seperti cottage, baruga (Gedung) pertemuan dan saluran air bersih.

B. Keistimewaan

Taman Prasejarah Leang-Leang yang  terletak pada deretan bukit kapur yang curam ini merupakan obyek wisata yang memiliki nilai-nilai sejarah yang sangat menarik. Di tempat ini para pengunjung  dapat menyaksikan berbagai macam peninggalan nenek moyang, seperti lukisan prasejarah berupa gambar babi rusa dan puluhan gambar telapak tangan yang  melekat pada dinding-dinding gua. Gambar-gambar yang berwarna merah marum  tersebut bahan pewarnanya terbuat dari bahan alami yang sulit terhapus. Menurut para ahli tangan, gambar telapak tangan tersebut adalah milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari sebagai tanda berduka atas  kematian orang terdekatnya.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai peralatan yang terbuat dari batu, sisa-sisa makanan berupa tulang binatang dan benda-benda  laut berupa kulit kerang yang berjumlah banyak. Di salah satu batu di mulut gua terlihat jelas kulit kerang terdapat menempel bersatu dengan batu gua itu. Para ahli memperkirakan bahwa berabad-abad lalu Kabupaten  Maros merupakan lautan yang bersatu dengan Laut Jawa.
Di sekitar Taman Prasejarah  Leang-Leang juga terdapat banyak gua-gua lainnya yang memiliki karakteristik  berbeda dan menyimpan peninggalan prasejarah dengan masing-masing keunikannya,  seperti: Leang Bulu Ballang yang menyimpan senjumlah mollusca, porselin dangerabah, serta dinding-dindingnya dapat dimanfaatkan sebagai areal  panjat tebing; Leang Cabu yang sudah sering dijadikan sebagai tempat latihan  para pemanjat tebing, dan di hadapan mulut leang ini, tampak aktivitas  pertambangan batu kapur serta hamparan sawah yang luas; dan Leang Sampeang yang  memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh leang lainnya, yaitu terdapat gambar manusia berwarna hitam. Kesemua leang tersebut memiliki jarak yang relatif dekat antara satu dengan yang lainnya, sehingga mudah untuk dikunjungi.

C. Lokasi

Taman Prasejarah Leang-Leang terletak di Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi  Selatan.

D. Akses

Taman Prasejarah Leang-Leang terletak  sekitar 11 km dari Kota Maros. Jika berangkat dari terminal Daya Makassar menuju Pasar Maros, perjalanan dapat ditempuh selama 1 jam dengan menggunakan angkutan  umum berupa mobil pete-pete (mikrolet). Di Pasar Maros, kemudian naik pete-pete menuju Bantimurung. Di Bantimurung kemudian naik ojek selama 10 menit menuju Taman Wisata Leang-Leang.

E. Harga Tiket Masuk

Masih dalam proses pengumpulan data

F. Akomodasi dan Fasilitas

Di sekitar lokasi telah tersedia  beberapa tempat menginap berupa wisma.

Bantimurung

· 0 komentar

A. Selayang  Pandang
Bantimurung

Air Terjun Bantimurung merupakan obyek  wisata alam di Sulawesi Selatan yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Air terjun ini memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya  yang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang  tahun. Di bawah curahan air terjun terdapat sebuah tempat pemandian dari  landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air  selama ratusan tahun. Kedalaman air di pemandian ini antara mata kaki hingga ke  pinggang.
Di sebelah kiri air terjun terdapat tangga  beton setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua gua yang ada di sekitar  air terjun, yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu.

B. Keistimewaan

Selain memiliki air terjun yang mempesona, kawasan wisata Air Terjun Bantimurung juga menjadi habitat berbagai spesies  kupu-kupu yang langka, sehingga penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini  sebagai “Kingdom of Butterfly”. Bahkan, seorang naturalis asal Inggris, Alfred Rassel Wallase, pernah tinggal  di kawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150  spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Hingga saat ini, para pengunjung masih dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu dengan berbagai spesies  yang berterbangan ke sana – ke mari di antara bunga-bunga dan semak-belukar yang memenuhi gunung batu Bantimurung.

C. Lokasi

Air Terjun Bantimurung berada di wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.

D. Akses

Obyek wisata Air Terjun Bantimurung terletak sekitar 20 km dari Bandara Hasanuddin, 15 km dari kota Maros, dan 50 km dari Kota Makassar. Obyek wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Makassar sekitar 1 jam. Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan mobil pete-pete (mikrolet) atau bus wisata sekitar 30 menit.